Today is a tiring day!! Dimana gue -- sekali lagi -- terjebak dalam sebuah permusuhan eksternal!!!
CERITANYA (menurut monic):
monic lagi ol, as always, nah ujug-ujug si finda ngirim offline message: anjing. Secara, si monic pasti rising temper, and ngata-ngatain bargem -- barudak gembira, tapi kitanya kagak -- perek lah, anjing lah, kenapa dia ga bilang kelinci lah, paus betina lah, lebih sopan kan?
Well, anyway, besoknya bargem pada nyerang kita betiga, that is to say gue, monic and fidy. Nyepet, banget. And anak-anak bargem gangguin monic and fidy DENGAN CARA: ngetok-ngetok jendela di samping tempat duduk fidy and monic. Dengan emosinya, monic MENINJU -- catet, meninju -- kaca yang dari tadi diketok anak bargem, keren loh, retak gitu ampe atas.
Daaaaan, tak lama kemudian, guru beka dateng and manggil monic. Monic, gue yakin karna terpaksa, ikut ke ruang beka. Daaaaaaaaaaan, setelah beberapa saat, bu rita -- guru yang tadi manggil si monic -- dateng ke kelas sambil memegang kertas.
bu rita: "yang dipanggil tolong ke ruang beka"
gue : (dalem ati) "pasti yang dipanggil anak bargem"
bu rita: "biya"
(dengan patuh, biya keluar)
bu rita: (seterusnya) "diya, arin, finda..."
gue : (dalem ati) "yeah, semua anak bargem keluar sana! eh, kayaknya kita bakal dipanggil....."
bu rita: "ini teh siapa? nadia? oh, fidia."
mampus...
bu rita: "novi"
Gue dan fidy menyusul ke beka dan disitulah, bu rita duduk, meminta penjelasan. Dari bengeutnya gue dah nyaho si monic nahan emosi. lalu si bu rita kedatangan tamu and digantiin ama bu nur. Bu nur minta penjelasan, dan disanalah, finda, dengan segala kegombalannya. Kata-katanya, air matanya, gombal. Bilang aja pada ga mau musuhan, tapi aku denger sendiri dari dimas bahwa finda ngomong kayak gini:
"iiih, aku ga suka da ama monica, fidia ama riktin."
Coba, gimana ga naek darah?
Untungnya, si monic ga menyangkalnya, dan tetap ngomong. Dan akhirnya, perundingan itu berakhir dengan kesimpulan:
hacker ym fidy (resident_darkness) berusaha mengadu domba antara kita betiga ama bargem.
Sebelumnya emang si fidy dituntut buat bilang siapa yang dia curigain, tapi si monic -- untungnya -- motong kata-katanya dan itulah!
Yang kusesalin cuman 1:
kenapa aku harus nraktir mereka bedua?
CERITANYA (menurut monic):
monic lagi ol, as always, nah ujug-ujug si finda ngirim offline message: anjing. Secara, si monic pasti rising temper, and ngata-ngatain bargem -- barudak gembira, tapi kitanya kagak -- perek lah, anjing lah, kenapa dia ga bilang kelinci lah, paus betina lah, lebih sopan kan?
Well, anyway, besoknya bargem pada nyerang kita betiga, that is to say gue, monic and fidy. Nyepet, banget. And anak-anak bargem gangguin monic and fidy DENGAN CARA: ngetok-ngetok jendela di samping tempat duduk fidy and monic. Dengan emosinya, monic MENINJU -- catet, meninju -- kaca yang dari tadi diketok anak bargem, keren loh, retak gitu ampe atas.
Daaaaan, tak lama kemudian, guru beka dateng and manggil monic. Monic, gue yakin karna terpaksa, ikut ke ruang beka. Daaaaaaaaaaan, setelah beberapa saat, bu rita -- guru yang tadi manggil si monic -- dateng ke kelas sambil memegang kertas.
bu rita: "yang dipanggil tolong ke ruang beka"
gue : (dalem ati) "pasti yang dipanggil anak bargem"
bu rita: "biya"
(dengan patuh, biya keluar)
bu rita: (seterusnya) "diya, arin, finda..."
gue : (dalem ati) "yeah, semua anak bargem keluar sana! eh, kayaknya kita bakal dipanggil....."
bu rita: "ini teh siapa? nadia? oh, fidia."
mampus...
bu rita: "novi"
Gue dan fidy menyusul ke beka dan disitulah, bu rita duduk, meminta penjelasan. Dari bengeutnya gue dah nyaho si monic nahan emosi. lalu si bu rita kedatangan tamu and digantiin ama bu nur. Bu nur minta penjelasan, dan disanalah, finda, dengan segala kegombalannya. Kata-katanya, air matanya, gombal. Bilang aja pada ga mau musuhan, tapi aku denger sendiri dari dimas bahwa finda ngomong kayak gini:
"iiih, aku ga suka da ama monica, fidia ama riktin."
Coba, gimana ga naek darah?
Untungnya, si monic ga menyangkalnya, dan tetap ngomong. Dan akhirnya, perundingan itu berakhir dengan kesimpulan:
hacker ym fidy (resident_darkness) berusaha mengadu domba antara kita betiga ama bargem.
Sebelumnya emang si fidy dituntut buat bilang siapa yang dia curigain, tapi si monic -- untungnya -- motong kata-katanya dan itulah!
Yang kusesalin cuman 1:
kenapa aku harus nraktir mereka bedua?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar